Rabu, 29 Oktober 2014

                                                                  Bawalah pergi cintaku

Hallo nama gua stephanie zamorah husen biasa dipanggil dengan sebutan steffi, gua seorang mahasiswi disalah satu universitas kota bandung. Gua seorang wanita lemah yg sedang terbaring tak berdaya disebuah kamar eksekutif alias rumah sakit, gua mengidam sakit kanker otak stadium 4 yg didiagnosa oleh dokter kalau umur gua sudah tak lama lagi. Walaupun gua akan meninggal dunia tak membuat gua patah semangat untuk meraih kebahagian gua bersama pacar dan sahabat gua. Tak banyak diantara mereka yg tau tentang penyakitku kecuali salsha teman karibku sewaktu masih kecil hingga sekarang, begitu juga sang pujaan hatiku teuku ryzki muhammad yg kerap disapa kiki tak tau tentang penyakit yg kini aku derita.
Cekidot.. tak usah banyak basa-basi yaa,,

Ditaman sekolah gua sedang duduk termenung melamun ntah apa yg sedang dilamunkan, berapa lama lagi usia gua dibumi? Apakah gua akan meninggalkan orang yg sangat gua cintai? Atau gua akan meninggalkan mama papa dan sahabat2 gua ? ntah lah, semua itu bercampur aduk dibenak gua saat ini. Sedang asik melamun seorang diri datang kiki menghampiri gua
“stef,,” panggil kiki
“ya, kenapa ?” ucap ku
“benggong aja ? gak takut kesambet ?” tanya kiki kembali
“gak benggong kok,, Cuma pengen sendiri aja” alibiku
“mikirin apa sih ? gak usah boong deh”
“beneran,, aku gak boong. Gak percaya nih ceritanya” ucapku sambil memasang wajah cemberut
“ya deh,,percaya kok. Ke kantin yuk, semua udah nungguin kita” ucap kiki lalu menarik pergelangan tanganku lembut
Skip
Suasana kelas yg ricuh karna tak ada guru membuat steffi kembali termenung dan memikirkan sisa hidupnya dan akan meninggalkan orang yg dicintainya.
“ ntah bagaimana rasanya aku harus meninggalkan mereka semua mereka yg aku sayang mereka sahabat2 ku dan mereka kedua orang tuaku. Aku tak ingin mereka bersedih jika aku pergi nanti tapi ntah apa yg harus ku hadapi agar mereka tak begitu sedih saat aku tiada nanti” ratapnya dalam hati
Kiki yg melihat steffi termenung kembali bertanya
“stef, are you ok?” tanya kiki pada steffi
“ok” ucapku
“kamu yakin saat ini baik2 saja? Kamu gak enak badan ? aku antar ke UKS ya” tanya kiki bertubi2
“gak usah, aku sehat gak perlu dibawa ke UKS”
Mata kuliah hari ini telah selesai, steffi yg diantar kiki pulang ke rumahnya dan sempatkan diri mampir bertatap muka pada mama steffi
“assalamualaikum tan” ucap kiki memberi salam
“walaikum salam,,, eh kiki.. ngantar steffi ya ?”
“iya tan,”
“ma, steffi ke kamar bentar ya mau ganti baju,, ki, tunggu ya” pamit steffi pada mama dan kiki lalu berderap pergi meninggalkan ruang tamu menuju kamarnya
“ki, mau minum apa ?” tanya mama steffi
“gak usah repot2 tan, air mineral aja”
“gpp kok,, gak ngerepotin juga, tante tinggal bentar ya”
Kini kiki hanya sendiri diruang tamu dan beberapa menit kemudian muncul steffi dari tangga rumahnya menuju ruang tamu dimana kiki berada
“ki,, lama ya nunggunya ?”
“gak, kamu hari ini beda banget ya ?”
“gak ah,, perasaan kamu aja kali”
“iya kali yah..”
“btw, kamu mau minum apa ?”
“tuh udah dibawa sama mama kamu” tunjuk kiki ke seseorang wanita separuh baya yg sedang membawa nampan berisikan dua gelas air mineral
“silahkan diminum ya,, ini snacknya juga” ucap mama steffi menyodorkan minuman dan snack ringan
“terima kasih tan,, kiki jadi ngerepotin nih”
“gak kok, tante malah senang melayani pacar anak tante,, jarang2 lho steffi mau bawa teman dekatnya kecuali kamu”
“ih mama,,” gerutu steffi yg malu
“beneran tante ?” tanya kiki kepo
“ki,, mulai deh keponya” ucapku
Mama dan kiki malah ketawa2 gak jelas. Selang beberapa lamanya kikipun pamit untuk pulang karna waktu sudah mulai sore
“tan, kiki pamit dulu yaa. Assalamualaikum”
“walaikum salam,, hati2 yaa”
@kamar steffi
“sorry ki, kalau loe udah ngerasa gua berbeda hari ini karna itu gua lakuin demi kebaikan kita, gua gak mau loe sedih saat gua tiada nanti. Gua emang sayang sama loe tapi gua gak mau lihat loe sedih. Maka dari itu gua perlahan2 mencoba untuk menjauh dari loe” ucapnya dalam hati
@kamar kiki
“stef, loe kenapa beda banget sih hari ini ? gua yakin loe pasti menyembunyikan suatu hal dari gua. Kenapa loe gak jujur sih sama gua. Besok gua akan selidiki apa yg tengah loe sembunyiin dari gua” tekad kiki
Semakin hari steffi semakin menjauh dari kiki dan hal itu semakin membuat kiki bertanya2 ada apa dengan kekasih yg sangat ia cintai itu, hari demi hari semakin cuek,menjauh,jutek dll. Semenjak itu kiki sering datang kerumah steffi untuk bertanya apa yg sedang dialami oleh steffi dan sering bertanya2 pada sahabat-sahabat steffi. Bukan sebuah berita yg ia dapatkan namun hanya sebuah jawaban kosong yg tiada artinya karna mereka tak 1 pun mau bicara tentang apa yg terjadi pada steffi.
Keesokan harinya kiki bertekad untuk menanyakan itu semua langsung ke steffi.
“stef, aku mau ngomong sama kamu” ucap kiki
“mau ngomong apa ? aku sibuk banyak tugas nih” ucap steffi kasar
“bentar doang, pleasa aku mau nanya sama kamu”
“5 menit aja yaa,, lewat dari batas yg ditentukan aku pergi”
“ya,, aku janji. Tapi gak disini”
Kiki mengajak steffi ketaman kampus
“mau ngomong apa ?” tanya steffi ketus
“ada apa sih sama kamu ? akhir2 ini kamu selalu menghindar dari aku dan selalu jutekin aku”
“aku gak kenapa2,, itu hanya perasaan kamu aja, kalau kamu bertemu dengan aku hanya untuk menanyakan hal yg gak penting kayak gini mending aku pergi aja, aku masih banyak urusan yg harus diselesaikan” ucap steffi lalu pergi meninggalkan kiki
Tak berapa langkah ia meninggalkan kiki, steffi dengan keadaan tubuh yg lemas akhirnya pingsan tak sadarkan diri kiki yg melihat kejadian itu langsung mengantarkan steffi kerumah sakit dekat kampusnya.
“sfet,, bangun stef,, kamu kenapa ?” isak tangis kiki
Sampai dirumah sakit steffi langsung ditangani oleh pihak rumah sakit, selesai dokter memeriksa keadaan steffi lalu keluar dari dalam ruangan dan hendak bertanya siapa keluarga dari pasien yg sedang ditanganinya saat ini.
“siapa keluarga pasien?” tanya dokter
“saya dok” ucap kiki
“mari ikut saya keruangan saya” ajak dokter itu lalu pergi menuju ruangannya yg tak jauh dari ruang ICU
“gimana keadaan steffi dok ?”tanya kiki
“dia mengidam penyakit yg sangat parah” ucap dokter
“apa?? Dia sakit apa dok?”
“dia mengidam sakit kanker otak dan telah stadium 4”
“kaknker otak? Stadium 4?”ucap kiki mengulang kata-kata dokter seakan tak percaya dengan apa yg didengarnya barusan
“ya,, usianya sudah tak lama lagi..adik berdoa saja semoga ada keajaiban dari tuhan karna tuhan lah yg tau ajal seseorang” ucap sang dokter memberi saran dan menyemangati kiki
“makasih dok, kalau gitu saya kembali ke ruang ICU”
“silahkan”
Kiki kini berjalan menuju ruang steffi dirawat, jalannya gontai bagai tak punya semangat hidup lagi. Kiki yg tersadar belum memberi tau mama steffi langsung menelpon keluarga steffi
Via telpon
“assalamualaikum”
“walaikum salam, ini siapa ?”
“ini saya kiki, tan”
“ada apa,ki? Sepertinya penting sekali”
“steffi tan, steffi..” ucap kiki sambil menangis
“ada apa dengan steffi ? dia baik2 saja kan?”
“steffi dirumah sakit tan,, steffi mengidam kanker otak tan”
“kamu dirumah sakit mana ? tante ingin ke sana”
“rumah sakit dekat kampus tan, cepat ya tan kiki tunggu disini”
Telpon terputus, kiki sedang menunggu mama steffi dan yg ditunggu telah tiba
“ki, steffi mana ?” tanya mama steffi
“steffi didalam tan, kata dokter belum bisa dibesuk”
“ya tuhan,, kenapa dengan anakku?”ratap mama steffi
“tante” panggil kiki
“ya”
“tan, sejak kapan steffi mengidam penyakit berbahaya ini ?”
Flasback
Saat steffi berusia 15 tahun, steffi bersama teman2nya sedang bermain-main dihalaman rumah tante hanya memperhatikan dari kejauhan ada rasa was-was dihati tante pada saat itu dan kekhawatiran tante memang benar adanya steffi pingsan saat bermain, tante langsung berinisiatif membawa steffi kerumah sakit setelah diperiksa dokter steffi mengidam penyakit kanker otak
Flashback off
“selama itukah steffi menanggung rasa sakit itu tante ?”
“ya, tante kira usia dia takkan bertahan lama, alhamdulillah allah masih sayang sama tante dan om maka dari itu steffi selalu diberi kesehatan yg baik dan tante tak menyangka dia mampu melewati ini semua walau sesekali pasti dia pernah merasakan sakit itu. Akhirnya kamu tau ini semua ki,, sejak lama steffi menyembunyikan ini semua dari sahabat2nya dan termasuk kamu. Itu alasannya saat kamu bertanya pada tante tante tak menceritakannya padamu, steffi lah yg menginginkan hal itu”
“gpp kok, tan. Kiki tau maksud dari steffi”
Keluarlah seorang suster dari ruangan tempat steffi dirawat
“ibu orang tua dari pasien ?” tanya suster itu
“ya, sus” jawab mama steffi
“ibu sudah boleh membesuk pasien tapi jangan banyak diajak bicara karna kondisinya masih lemah” jelas suster
“terima kasih sus”
Mama steffi dan kiki pun masuk kedalam tampak steffi yg sudah siuman
“steffi” ucap sang mama
“mama,, steffi kenapa bisa disini ma ? lalu kiki kenapa bisa ada disini juga ?” tanya steffi
“justru kiki lah yg mengantar kamu kesini sayang, kamu pingsan ditaman kampus karna kiki panik dengan keadaan kamu dia bawa kamu kerumah sakit”
“maafin aku selama ini menjauh dari kamu, cuekin kamu, kasarin kamu itu semua aku lakukan karna aku sayang sama kamu dan aku tak ingin kamu kecewa nantinya. Sekarang kamu tau kan apa alasan aku bersikap seperti itu sama kamu?” tanya steffi pada kiki
“ya,, sekarang aku mengetahuinya, kamu tak perlu minta maaf sama aku sebelum kamu minta maaf aku telah lebih dulu memaafkan kamu. Aku sayang kamu stef”
Semua sahabat steffi dan kiki telah ada didalam ruangan tempat steffi dirawat karna kiki yg menghubungi mereka satu per satu dan kiki pula yg memberi tahu kalau steffi sedang berada dirumah sakit dan dalam keadaan kritis. Steffi yg merasa tak lama lagi bertahan hidup kini ia pun pamit pada mama,papa,kiki dan semua sahabatnya untuk pergi untuk selama-lamanya
“ma,pa,ki, guys,, aku minta maaf kalau selama ini aku punya salah sama kalian. Ma,pa jaga diri baik2 selalu sayang sama steffi ya walau steffi tak ada lagi. Ki aku sayang sama kamu, kamu harus cari perempuan yg jauh lebih baik dari aku dan pastinya itu bisa buat kamu bahagia kamu bahagia aku pasti bahagia di surga sana nantinya. Guys, maafin gua yaa kalau gua buat kalian jengkel kesal dengan tingkah gua tolong dimaafin ya. Semuanya steffi pamit yaa,,maafin steffi” ucap steffi dan menghembuskan nafas terakhirnya
Setelah steffi usai berbicara ditariknya nafas terakhirnya dan nyawanya telah tiada semua yg ada dalam ruangan tersebutpun menangis terisak-isak orang yg mereka sayangi kini telah pergi meninggalkan mereka. Penguburan jenazah steffi telah usai namun rumah duka masih diselimuti kesedihan yg mendalam.
Cinta tak harus memiliki, walau didunia tak bertemu diakhirat nanti pasti akan bertemu. Pada intinya kalau bukan jodoh tak mungkin dipaksa jodoh maka itu semua akan menyakiti hati nantinya.
Tamat..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar