Kamis, 06 November 2014

Merindukanmu

Kenalin aku bella graceva amanda putri seorang anak desa yg tinggal dipanti asuhan bersama buk murti yg telah lama dirawat olehnya karna kedua orang tuaku telah meninggal dunia dan aku dititipkan olehnya sejak berusia 3 tahun. Sekarang aku beranjak usia 14 tahun dan sekarang aku kelas 2 smp, saat ini sekolah sedang libur karna baru siap ujian semester pertama.
Dipagi yg cerah aku tengah jalan2 pagi disebuah danau yg sering aku kunjungi jikalau aku merindukan kedua orang tua ku, hanya sebuah foto yg tertinggal yg bisa aku pandangi untuk melepas rinduku pada ayah dan bunda ku. Sedang asik menatap foto dan merasakan hembusan angin danau datang seorang lelaki menghampiriku.
“hallo” sapanya dengan ramah
“hai” sapa ku kembali sambil tersenyum padanya
“sendiri aja ?” tanyanya pada ku
“iya, kamu pasti bukan anak desa ini kan ?” tanya heran
“iyaa, aku dari jakarta disini aku lagi liburan tempat nenek. Kenapa sendiri aja ? tak punya someone ?”
“someone ?” ulang ku
“pacar maksudku” ucap lelaki itu
“tau kok, Cuma sedikit berpikir aja, gak punya pacar single. Kamu ?”
“sama, oh ya dari tadi kita berbincang tapi tidak kenal nama masing2. Nama aku iqbaal dhiafakhri, kamu ?” ucapnya memperkenalkan diri dan menggantungkan tangannya kehadapanku
“aku bella graceva, panggil aja bella.” Ucap ku juga memperkenalkan diriku pada lelaki yg bernama iqbaal ini
Selang lamanya bicara meraka baru merasakan hari telah berganti menjadi sore dan merekapun saling berpamitan pulang kerumah masing2.
“oh ya baal, udah sore nih aku pulang dulu ya taku dicariin ibu panti” ucap ku pada iqbaal
“ya, besok jumpa disini lagi ya, ada yg banyak ingin aku bicarakan padamu” ucap iqbaal
Skip
Keesokan harinya mereka berjumpa kembali didanau, iqbaal memang ada yg ingin ditanyakan pada bella sejak mereka terakhir bertemu kemarin.
“hai” sapa ku pada iqbaal yg kelihatan sudah lebih dulu datang ketimbang aku
“hallo bella”
“udah lama ?”
“belum kok, ini aja baru duduk”
“oh,, kemarin kamu bilang mau nanya sesuatu mau tanya apa sih?” ucap ku penasaran dan duduk disamping iqbaal
“kamu bilang kemarin takut ibu panti nyariin kamu, ibu panti maksudnya ?” tanya iqbaal dengan hati2 takut yg ditanya tersinggung hatinya
“oh itu, iya ibu panti. Sejak aku berusia 3 tahun aku sudah tinggal dipanti asuhan bersama ibu murti” jelasku
“kok bisa sih, bel ? orang tua kamu ke mana ?”
Tampak wajah bella sedikit murung dan setetes air mata keluar dari matanya, iqbaal yg mengetahui hal itu langsung meminta maaf pada bella
“bel, maafin aku yah. Aku salah ya ?” ucap iqbaal meminta maaf
“enggak ko, baal. Kamu gak salah. “
Flashback
Aku bersama kedua orang tua ku tengah berlibur ke kota surabaya mengunjungi kakek dan nenek ku disana, tengah asik bercanda dalam mobil ayah tak melihat ada mobil dihadapannya sontak ayah panik lalu memalingkan arah dan menabrak sebatang pohon besar yg ada diseberang jalan alhasil kami tertabrak warga yg melihat kejadian itu langsung menelpon ambulance namun sayang nyawa kedua orang tua ku tak dapat tertolong tinggallah aku sendiri yg selamat dalam kejadian tersebut, warga yg tak tau siapa keluargaku langsung menitipkan ku ke panti asuhan dan sejak kejadian itu aku tinggal dipanti asuhan bersama ibu murti
Flashback off
Bella yg menceritakan tentang masa lalunya kembali menangis, iqbaal yg melihat itu lalu menenangkan sahabat barunya itu.
“bel, kalau kamu butuh bahu aku siap meminjamkan bahuku untuk kamu. Kamu boleh nangis selama yg kamu mau asal itu bisa melepas rasa rindu kamu pada kedua orang tuamu yg ada disurga sana. Saran aku kalau kamu rindu kamu lebih baik mendoakan mereka atau kamu ziarah kemakam mereka, kalau kamu butuh teman aku siap kok menemani kamu” ucap iqbaal menenangkan sahabat barunya yg sedang sedih
“thanks baal” ucap bella sambil menopangkan kepalanya kebahu iqbaal
Tengah asik memandang danau ada seorang yg memanggil iqbaal untuk pulang.
“den, disuruh pulang sama nyonya” ucap lelaki separuh baya itu
“ya,, bentar lagi ya” ucap iqbaal
“ bel, aku pulang dulu ya,, jangan sedih lagi lho ntar cantiknya luntur lagi” ucap iqbaal sambil senyum dan berlalu pergi meninggalkan bella pergi
Setelah kejadian itu telah tiga hari lamanya mereka tidak bertemu sampai saat iqbaal hendak pulang kejakarta ia masih tetap setia menunggu bella didanau dan bella yg ditunggu pun tiba2 muncul didepan iqbaal.
“bella” ujar iqbaal yg tak percaya sama apa yg dilihatnya
“ya,, kenapa baal?”ucapku
“beneran ini kamu ?”
“iya, ini aku. Kamu kenapa ?”
“udah tiga hari ini aku mencari2 kamu disekitar danau tapi tak juga bertemu denganmu”
“maaf, baal. Emang beberapa hari ini aku tidak kedanau karna ibu panti sedang sakit dan aku harus merawatnya dirumah, ada apa kamu mencari aku?”
“aku ingin pamit sama kamu, aku ingin balik ke jakarta berapa hari lagi libur sekolah berakhir dan papa mamaku juga udah ada kesibukan disana jadi kami harus segera pulang. Aku kasih ini untuk kamu jika kamu sedih atau teringat kedua orang tua kamu kamu bisa tuangkan semua cerita kamu kedalam buku diary ini. Semoga kamu suka yaa. Aku janji kalau libur sekolah nanti aku akan kesini lagi dan kita berjumpa lagi. Jangan lupakan aku yaa..” ucap iqbaal
“jangan lupain aku juga ya, baal. Aku akan selalu menunggu kedatangan kamu didesa ini. Makasih ya atas diarynya”
“aku pulang ya, bel. Aku harus packing barang2 aku, karna nanti sore aku harus balik kejakarta. Jangan sedih lagi ya bel..” ucap iqbaal lalu berderap pergi meninggalkan bella
Skip
Kini mereka yg dulu mereka yg masih berusia 14 tahun tapi sekarang mereka yg berusia 19 tahun dan menginjak bangku mahasiswa/i. Bella yg mendapat beasiswa untuk kuliah dikota jakarta disalah satu universitas favorit. Bersama ibu panti bella telah tiba di ibu kota negara indonesia tercinta ini.
Mereka mendaftar ulang ke universitas indonesia agar bella resmi menjadi mahasiswi di unuversitas tersebut. Hari pertama kuliah sukses dilalui bella dengan segala rintangan orientasi mahasiswa disana.
Dikampus bella mendapatkan teman yg sangat2 ramah padanya dan mau menerima statusnya masuk ke universitas tersebut karena beasiswa.
“bel, kantin yuk. Gua traktir deh” ajak salsha teman kampus bella
“ayo bel, mumpung ditraktir salsha nih” ucap steffi
“come on, bel” ucap cassie teman mereka bule dan kalau ngomong pake bahasa indonesia bikin lucu tersebut
“iya,,iya,,” ucap bella lalu menyeimbangi jalan dengan teman-temannya yg lain.
Skip
Tampak seorang lelaki buru-buru menabrak bella yg sedang berjalan bersama teman-temannya
“aw,,” rintih bella kesakitan
“sorry,,sorry,, gua gak sengaja” ucap lelaki itu
“baal,, hati2 dong, teman gua jadi kesakitan nih” ucap salsha kesal
“sorry, sal. Gua kan udah bilang sorry, kok loe yg nyolot sih yg gua tabrk aja diam noh” ucap iqbaal menunjuk wanita yg ditabraknya tadi, ya yg menabrak bella adalah iqbaal. Namun bella tak mengetahui itu adalah sahabat yg telah lama dinantinya dari dulu
“gpp kok, sal. Jangan berantem yaa” ucap bella
“gua kesal aja bel”
“ya, tapi gak usah berantem kayak gini gak enak dilihat yg lain”
“yaudah, yuk kita lanjut lagi daripada ngurusi orang kayak gini.”
“kok loe nyolot banget sih sal sama gua ? apa gara2 aldi ?” ucap iqbaal
“udah deh, baal. Ini gak ada sangkut pautnya sama aldi. Ayo guys” ajak salsha pada semua teman2nya
“sal, kamu ada urusan apa sama cowok tadi, spertinya ada rasa kesal gitu?”tanya bella
“gpp kok. Gua Cuma lagi kesal aja sama teman dia. Udah ah gak usah dibahas ntar gua badmood lagi”
“ya deh” ucap ku
“guys, pesan apa nih ?” tanya cassie
“samain aja semuanya” jawab steffi
Cassie [un datang membawa nampan yg berisi kan 4 mangkok bakso dan jus jeruk. Selesai menyantap makanannya merekapun masuk kekelas kembali. Bella yg masih penasaran dengan orang tersebut bertanya pada steffi.
“stef, aku mau nanya sama kamu” ucapku
“mau tanya apa bel ?” ucap steffi
“cowok yg nabrak aku tadi siapa ?”
“oh,, dia itu iqbaal temannya aldi pacarnya salsha”
“kok salsha marah sama dia?”
“mungkin salsha lagi ada masalah kali sama aldi yg kena iqbaal deh”
“oh” bella berpikir sejenak, ia seperti mengenal nama tersebut rada samar diingatan bella namun ia yakin orang tersebut adalah orang yg sangat dekat dengannya.
“bel, loe kenapa diam ?” tanya steffi
“eh,, iya.. kenapa ?”
“loe kok ngelamun sih ?” tanya steffi kembali
“aku kayak kenal sama nama iqbaal deh..”
“Loe kenal iqbaal ?”
“sepertinya” jawab bella binggung
“Nama lengkapnya siapa, stef ?”
“Iqbaal dhiafakhri,, loe kenal ?”
“aku kenal, dia sahabat aku waktu di desa”
“hah ? desa ? iqbaal mana pernah ke desa bel, ngaco loe.”
“pernah stef, waktu kita masih kelas 2 smp dan itu iqbaal lagi liburan tempat neneknya”
“gua gak yakin itu adalah orang yg sama dengan iqbaal ini. Tapi loe bisa tanya ke dia langsung apakah dia emang sahabat loe yg sering loe ceritain ke gua” ujar steffi memberi saran.
“ya deh, ntar kalau aku ketemu dia lagi aku akan tanya”
Dalam hati bella sedikit lega telah bisa berjumpa dengan sahabatnya iqbaal, disisi lain ia sedih takut iqbaal tak menggangapnya lagi.
Esok hari iqbaal dan bella kembali berpapasan wajah namun iqbaal tak menabrak bella meliankan iqbaal sedang berjalan dan bella menghampirinya.
“hai” sapa bella
“hallo” ucap iqbaal namun tampak risih didekati oleh seorang cewek yg baru dikenalnya kemarin
“kamu iqbaal dhiafakhri kan ?”
“iya, ada apa ya ? apa kita pernah kenal ?”
“pernah, dulu waktu kamu masih kelas 2 smp didesa temapt nenek kamu berada” ucapku
Iqbaal masih mengingat2 kejadian 5 tahun yg lalu, ia benar2 lupa dengan kejadian itu karna emang sudah lama sekali dan bahkan sejak saat itu iqbaal tak pernah berkunjung ke desa neneknya itu.
“maaf, saya lupa. Mungkin anda salah orang. Saya buru2, saya pamit dulu” ucap iqbaal lalu berderap pergi meninggalkan bella
“ya tuhan,, iqbaal sudah tak ingat sama aku lagi ? padahal aku sangat MERINDUKANnya. Apa bukti yg bisa menyakinkan iqbaal kalau dia mengenal aku ?” ucapku dalam hati dan sedang berpikir benda apa yg telah dikasih iqbaal kepada ku sebagai tanda perpisahan kami dulu.
Skip
Dirumah bella sibuk mencari barang2 yg mungkin adalah barang pemberian iqbaal padanya,tampak olehnya buku diary yg masih rapih terletak dijajaran buku sekolahnya lalu bella melihat isi diary tersebut dan ternyata buku itu adlah pemberian dari iqbaal.
Keesokan harinya bella berniat menunjuk diary tersebut agar iqbaal mengetahui siapa dirinya.
“baal” teriak seorang wanita yg ternyata adalah bella
“siapa yah ? ucap iqbaal
“aku bella graceva amanda putri, kamu tak mengingat aku teman kamu waktu desa yg kenal didanau ?”
Iqbaal tampak berpikir sejenak samar2 diingatannya tapi hati iqbaal saat dekat dengannya seperti seseorang yg sudah lama ia kenal.
“sepertinya aku mengenal nama itu, tapi aku ragu” ucap iqbaal yg binggung
“apa kamu ingat dengan buku diary ini ? kamu memberikannya tepat disaat kamu ingin balik kejakarta” tunjuk bella pada iqbaal
“bella ?” ucap iqbaal terseyum
“iya baal, ini aku bella. Lama tak bertemu denganmu aku MERINDUKANMU”
“aku juga rindu sama kamu bel” ucap iqbaal lalu memeluk bella
Salsha dan teman2 yg menyaksikan adegan itu datang menghampiri mereka
“bella” ucap salsha
Bella melepaskan pelukan iqbaal
“ya,, kenapa ? sorry” ucap bella gagu
“loe kenal sama iqbaal ?” ucap cassie
“dia teman lama aku waktu didesa dulu tak lama sih kami kenal tapi kami asik aja kalau udah ngobrol berdua” jelas bella pada teman2nya
“congratulations bel,, akhirnya loe menemukan seseorang yg dari duu loe cari” ujar steffi memberi ucapan selamat
“thanks stef, kamu emang teman aku yg baik”
“ekhm,,ekhm,,” dehem salsha dan cassie bersamaan
“kalian juga kok”
Mereka berempatpun berpelukan dihadapan iqbaal, iqbaal yg merasa terasing angkat bicara
“gua gak dipeluk nih?” ucap iqbaal
“mau banget ya ? sini,,sini,,” ucap bella
Mereka pun berpelukan kembali dan sejak saat itu iqbaal dan bella pun semakin akrab sehingga menimbulkan benih2 cinta dihati mereka. Dan beberapa minggu kemudian mereka resmi pacaran, iqbaal dan bella menjalin hubungan kembali namun bukan sebagai sahabat melainkan sebagai sepasang kekasih, begitu juga dengan teman2 bella mereka yg jomblo telah mendapatkan pasangan masing2 dan salsha yg sempat diambang putus dengan pacarnya aldi telah baikan kembali.

Tamat..

Rabu, 29 Oktober 2014

                                                                  Bawalah pergi cintaku

Hallo nama gua stephanie zamorah husen biasa dipanggil dengan sebutan steffi, gua seorang mahasiswi disalah satu universitas kota bandung. Gua seorang wanita lemah yg sedang terbaring tak berdaya disebuah kamar eksekutif alias rumah sakit, gua mengidam sakit kanker otak stadium 4 yg didiagnosa oleh dokter kalau umur gua sudah tak lama lagi. Walaupun gua akan meninggal dunia tak membuat gua patah semangat untuk meraih kebahagian gua bersama pacar dan sahabat gua. Tak banyak diantara mereka yg tau tentang penyakitku kecuali salsha teman karibku sewaktu masih kecil hingga sekarang, begitu juga sang pujaan hatiku teuku ryzki muhammad yg kerap disapa kiki tak tau tentang penyakit yg kini aku derita.
Cekidot.. tak usah banyak basa-basi yaa,,

Ditaman sekolah gua sedang duduk termenung melamun ntah apa yg sedang dilamunkan, berapa lama lagi usia gua dibumi? Apakah gua akan meninggalkan orang yg sangat gua cintai? Atau gua akan meninggalkan mama papa dan sahabat2 gua ? ntah lah, semua itu bercampur aduk dibenak gua saat ini. Sedang asik melamun seorang diri datang kiki menghampiri gua
“stef,,” panggil kiki
“ya, kenapa ?” ucap ku
“benggong aja ? gak takut kesambet ?” tanya kiki kembali
“gak benggong kok,, Cuma pengen sendiri aja” alibiku
“mikirin apa sih ? gak usah boong deh”
“beneran,, aku gak boong. Gak percaya nih ceritanya” ucapku sambil memasang wajah cemberut
“ya deh,,percaya kok. Ke kantin yuk, semua udah nungguin kita” ucap kiki lalu menarik pergelangan tanganku lembut
Skip
Suasana kelas yg ricuh karna tak ada guru membuat steffi kembali termenung dan memikirkan sisa hidupnya dan akan meninggalkan orang yg dicintainya.
“ ntah bagaimana rasanya aku harus meninggalkan mereka semua mereka yg aku sayang mereka sahabat2 ku dan mereka kedua orang tuaku. Aku tak ingin mereka bersedih jika aku pergi nanti tapi ntah apa yg harus ku hadapi agar mereka tak begitu sedih saat aku tiada nanti” ratapnya dalam hati
Kiki yg melihat steffi termenung kembali bertanya
“stef, are you ok?” tanya kiki pada steffi
“ok” ucapku
“kamu yakin saat ini baik2 saja? Kamu gak enak badan ? aku antar ke UKS ya” tanya kiki bertubi2
“gak usah, aku sehat gak perlu dibawa ke UKS”
Mata kuliah hari ini telah selesai, steffi yg diantar kiki pulang ke rumahnya dan sempatkan diri mampir bertatap muka pada mama steffi
“assalamualaikum tan” ucap kiki memberi salam
“walaikum salam,,, eh kiki.. ngantar steffi ya ?”
“iya tan,”
“ma, steffi ke kamar bentar ya mau ganti baju,, ki, tunggu ya” pamit steffi pada mama dan kiki lalu berderap pergi meninggalkan ruang tamu menuju kamarnya
“ki, mau minum apa ?” tanya mama steffi
“gak usah repot2 tan, air mineral aja”
“gpp kok,, gak ngerepotin juga, tante tinggal bentar ya”
Kini kiki hanya sendiri diruang tamu dan beberapa menit kemudian muncul steffi dari tangga rumahnya menuju ruang tamu dimana kiki berada
“ki,, lama ya nunggunya ?”
“gak, kamu hari ini beda banget ya ?”
“gak ah,, perasaan kamu aja kali”
“iya kali yah..”
“btw, kamu mau minum apa ?”
“tuh udah dibawa sama mama kamu” tunjuk kiki ke seseorang wanita separuh baya yg sedang membawa nampan berisikan dua gelas air mineral
“silahkan diminum ya,, ini snacknya juga” ucap mama steffi menyodorkan minuman dan snack ringan
“terima kasih tan,, kiki jadi ngerepotin nih”
“gak kok, tante malah senang melayani pacar anak tante,, jarang2 lho steffi mau bawa teman dekatnya kecuali kamu”
“ih mama,,” gerutu steffi yg malu
“beneran tante ?” tanya kiki kepo
“ki,, mulai deh keponya” ucapku
Mama dan kiki malah ketawa2 gak jelas. Selang beberapa lamanya kikipun pamit untuk pulang karna waktu sudah mulai sore
“tan, kiki pamit dulu yaa. Assalamualaikum”
“walaikum salam,, hati2 yaa”
@kamar steffi
“sorry ki, kalau loe udah ngerasa gua berbeda hari ini karna itu gua lakuin demi kebaikan kita, gua gak mau loe sedih saat gua tiada nanti. Gua emang sayang sama loe tapi gua gak mau lihat loe sedih. Maka dari itu gua perlahan2 mencoba untuk menjauh dari loe” ucapnya dalam hati
@kamar kiki
“stef, loe kenapa beda banget sih hari ini ? gua yakin loe pasti menyembunyikan suatu hal dari gua. Kenapa loe gak jujur sih sama gua. Besok gua akan selidiki apa yg tengah loe sembunyiin dari gua” tekad kiki
Semakin hari steffi semakin menjauh dari kiki dan hal itu semakin membuat kiki bertanya2 ada apa dengan kekasih yg sangat ia cintai itu, hari demi hari semakin cuek,menjauh,jutek dll. Semenjak itu kiki sering datang kerumah steffi untuk bertanya apa yg sedang dialami oleh steffi dan sering bertanya2 pada sahabat-sahabat steffi. Bukan sebuah berita yg ia dapatkan namun hanya sebuah jawaban kosong yg tiada artinya karna mereka tak 1 pun mau bicara tentang apa yg terjadi pada steffi.
Keesokan harinya kiki bertekad untuk menanyakan itu semua langsung ke steffi.
“stef, aku mau ngomong sama kamu” ucap kiki
“mau ngomong apa ? aku sibuk banyak tugas nih” ucap steffi kasar
“bentar doang, pleasa aku mau nanya sama kamu”
“5 menit aja yaa,, lewat dari batas yg ditentukan aku pergi”
“ya,, aku janji. Tapi gak disini”
Kiki mengajak steffi ketaman kampus
“mau ngomong apa ?” tanya steffi ketus
“ada apa sih sama kamu ? akhir2 ini kamu selalu menghindar dari aku dan selalu jutekin aku”
“aku gak kenapa2,, itu hanya perasaan kamu aja, kalau kamu bertemu dengan aku hanya untuk menanyakan hal yg gak penting kayak gini mending aku pergi aja, aku masih banyak urusan yg harus diselesaikan” ucap steffi lalu pergi meninggalkan kiki
Tak berapa langkah ia meninggalkan kiki, steffi dengan keadaan tubuh yg lemas akhirnya pingsan tak sadarkan diri kiki yg melihat kejadian itu langsung mengantarkan steffi kerumah sakit dekat kampusnya.
“sfet,, bangun stef,, kamu kenapa ?” isak tangis kiki
Sampai dirumah sakit steffi langsung ditangani oleh pihak rumah sakit, selesai dokter memeriksa keadaan steffi lalu keluar dari dalam ruangan dan hendak bertanya siapa keluarga dari pasien yg sedang ditanganinya saat ini.
“siapa keluarga pasien?” tanya dokter
“saya dok” ucap kiki
“mari ikut saya keruangan saya” ajak dokter itu lalu pergi menuju ruangannya yg tak jauh dari ruang ICU
“gimana keadaan steffi dok ?”tanya kiki
“dia mengidam penyakit yg sangat parah” ucap dokter
“apa?? Dia sakit apa dok?”
“dia mengidam sakit kanker otak dan telah stadium 4”
“kaknker otak? Stadium 4?”ucap kiki mengulang kata-kata dokter seakan tak percaya dengan apa yg didengarnya barusan
“ya,, usianya sudah tak lama lagi..adik berdoa saja semoga ada keajaiban dari tuhan karna tuhan lah yg tau ajal seseorang” ucap sang dokter memberi saran dan menyemangati kiki
“makasih dok, kalau gitu saya kembali ke ruang ICU”
“silahkan”
Kiki kini berjalan menuju ruang steffi dirawat, jalannya gontai bagai tak punya semangat hidup lagi. Kiki yg tersadar belum memberi tau mama steffi langsung menelpon keluarga steffi
Via telpon
“assalamualaikum”
“walaikum salam, ini siapa ?”
“ini saya kiki, tan”
“ada apa,ki? Sepertinya penting sekali”
“steffi tan, steffi..” ucap kiki sambil menangis
“ada apa dengan steffi ? dia baik2 saja kan?”
“steffi dirumah sakit tan,, steffi mengidam kanker otak tan”
“kamu dirumah sakit mana ? tante ingin ke sana”
“rumah sakit dekat kampus tan, cepat ya tan kiki tunggu disini”
Telpon terputus, kiki sedang menunggu mama steffi dan yg ditunggu telah tiba
“ki, steffi mana ?” tanya mama steffi
“steffi didalam tan, kata dokter belum bisa dibesuk”
“ya tuhan,, kenapa dengan anakku?”ratap mama steffi
“tante” panggil kiki
“ya”
“tan, sejak kapan steffi mengidam penyakit berbahaya ini ?”
Flasback
Saat steffi berusia 15 tahun, steffi bersama teman2nya sedang bermain-main dihalaman rumah tante hanya memperhatikan dari kejauhan ada rasa was-was dihati tante pada saat itu dan kekhawatiran tante memang benar adanya steffi pingsan saat bermain, tante langsung berinisiatif membawa steffi kerumah sakit setelah diperiksa dokter steffi mengidam penyakit kanker otak
Flashback off
“selama itukah steffi menanggung rasa sakit itu tante ?”
“ya, tante kira usia dia takkan bertahan lama, alhamdulillah allah masih sayang sama tante dan om maka dari itu steffi selalu diberi kesehatan yg baik dan tante tak menyangka dia mampu melewati ini semua walau sesekali pasti dia pernah merasakan sakit itu. Akhirnya kamu tau ini semua ki,, sejak lama steffi menyembunyikan ini semua dari sahabat2nya dan termasuk kamu. Itu alasannya saat kamu bertanya pada tante tante tak menceritakannya padamu, steffi lah yg menginginkan hal itu”
“gpp kok, tan. Kiki tau maksud dari steffi”
Keluarlah seorang suster dari ruangan tempat steffi dirawat
“ibu orang tua dari pasien ?” tanya suster itu
“ya, sus” jawab mama steffi
“ibu sudah boleh membesuk pasien tapi jangan banyak diajak bicara karna kondisinya masih lemah” jelas suster
“terima kasih sus”
Mama steffi dan kiki pun masuk kedalam tampak steffi yg sudah siuman
“steffi” ucap sang mama
“mama,, steffi kenapa bisa disini ma ? lalu kiki kenapa bisa ada disini juga ?” tanya steffi
“justru kiki lah yg mengantar kamu kesini sayang, kamu pingsan ditaman kampus karna kiki panik dengan keadaan kamu dia bawa kamu kerumah sakit”
“maafin aku selama ini menjauh dari kamu, cuekin kamu, kasarin kamu itu semua aku lakukan karna aku sayang sama kamu dan aku tak ingin kamu kecewa nantinya. Sekarang kamu tau kan apa alasan aku bersikap seperti itu sama kamu?” tanya steffi pada kiki
“ya,, sekarang aku mengetahuinya, kamu tak perlu minta maaf sama aku sebelum kamu minta maaf aku telah lebih dulu memaafkan kamu. Aku sayang kamu stef”
Semua sahabat steffi dan kiki telah ada didalam ruangan tempat steffi dirawat karna kiki yg menghubungi mereka satu per satu dan kiki pula yg memberi tahu kalau steffi sedang berada dirumah sakit dan dalam keadaan kritis. Steffi yg merasa tak lama lagi bertahan hidup kini ia pun pamit pada mama,papa,kiki dan semua sahabatnya untuk pergi untuk selama-lamanya
“ma,pa,ki, guys,, aku minta maaf kalau selama ini aku punya salah sama kalian. Ma,pa jaga diri baik2 selalu sayang sama steffi ya walau steffi tak ada lagi. Ki aku sayang sama kamu, kamu harus cari perempuan yg jauh lebih baik dari aku dan pastinya itu bisa buat kamu bahagia kamu bahagia aku pasti bahagia di surga sana nantinya. Guys, maafin gua yaa kalau gua buat kalian jengkel kesal dengan tingkah gua tolong dimaafin ya. Semuanya steffi pamit yaa,,maafin steffi” ucap steffi dan menghembuskan nafas terakhirnya
Setelah steffi usai berbicara ditariknya nafas terakhirnya dan nyawanya telah tiada semua yg ada dalam ruangan tersebutpun menangis terisak-isak orang yg mereka sayangi kini telah pergi meninggalkan mereka. Penguburan jenazah steffi telah usai namun rumah duka masih diselimuti kesedihan yg mendalam.
Cinta tak harus memiliki, walau didunia tak bertemu diakhirat nanti pasti akan bertemu. Pada intinya kalau bukan jodoh tak mungkin dipaksa jodoh maka itu semua akan menyakiti hati nantinya.
Tamat..